Romansa Sudut Jogja


Ada yang sering lupa ketika mempersiapkan masa depan. Seringkali disibukan dengan sosok idaman. Berparas menawan dan jutawan. Ketika yang didamba sudah memiliki pasangan, kekecewaan pun tak dapat ditahan. Kemudian lupa untuk memperbaiki diri secara bertahap agar dirasa siap.
Ada harap kepada manusia?
Ada kecewa yang membersamainya?
Apakah hakikat menikah hanya sepasang kekasih yang bahagia?
Aku belum terlalu paham, tapi aku coba belajar menelaah retorika kehidupan.  Mereka yang telah lama bertahan dalam maghligai pernikahan.
Bagiku, pasangan memang hakikatnya sebagai syarat sah pernikahan. Memilih yang berparas menawan dan jutawan juga bukanlah  kesalahan, hal itu pun diperbolehkan. Namun, kiranya ada yg perlu diperhatikan, konsep pernikahan selamanya bukan kebahagiaan, akan tetapi sepaket dengan kesedihan.
Ada rona kesedihan yang membersamai Ayah pada putra maupun putrinya yang menikah. Ada perubahan tanggung jawab yang perlu Ayah percayakan keorang lain yang mungkin sosok asing yang belum pernah beliau mengenalnya. Ada rasa khawatir untuk melepas anak gadis dan bujangnya untuk berjuang. Keputusan beliau adalah tanggungjawab sebagai kepala rumah tangga. Pasti ada rasa dimana beliau tidak rela, yang tidak bisa diungkapkan demi kebahagiaan putra-putrinya.
Anak yang baik ialah anak yang bisa memilih pasangan hidup yang sesuai dengan dirinya, keluarga dan lingkungannya agar kebahagiaan sebuah pernikahan bisa dirasakan semua, bukan menjauhkan diri dari mereka.
“Menikah bukan sekedar bicara menikahkan diri dengan pasangan yang dipilih, namun juga tentang bagaimana menikahkan kekasihnya dengan kelurga dan lingkungannya.”(Zulfi alia, mengeja kehidupan)

11/01/2017
Romansa Sudut Jogja


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Hari ini gw bakal cerita dari pagi sampe malem ini.
Tengah malem gw  lagi facebookan, diingetin klo hari ini gw ulang tahun..
Jujur, hari menjelang ulang tahun gw biasa aja kayak ga ada semangat hidup..
Berasa tua banget tapi belum siap tua, intinya mah belum siap menerima kenyataan bawaanya pengen lari terus..
Karena sangkin ga interestnya, siang2 ada yang ngajak makan (kebeneran belum makan dari pagi nih) cuuuus deh pergi ke sawah resto dengan beberapa pertimbangan tempat yang sebenernya ga penting bgt.. wkwk piss
Cuma berdua aja jadinya yang lain pada PHP. Ceritanya syahduuu banget ambil tempat pojok utara deket sawah, ditambah ala-ala mendung gitu sama angin sepoi-sepoi.. ngga lama setelah makanan selesai disajikan, ujan mulai turun tuh tambahlah syahdunyaa.. eeeh~ jadinya badai ujan pindah tempat aja sampe 3 kali, pojok-depannya-ditengah (siib nasib), alhasil ga lagi fokus sama makanan. Adalah nyelametin helm, nyelametin makanan, tas, laptop delel.. makanan jadi berkuah, air minum tambah wkwk ancurr baju ikut basah, mau pulang kejebak ujan yang awetnyaa bikin ga tahan, sampe kita ngelewatin 3 masa (wkwkk) dzuhur-Ashar-Maghrib..

Hp low pas kena badai ujan tadi, baru diaktifin pas maghrib gitu, eeh ada si ciwi-ciwi mau buat suprise ga bilang-bilang siih.. mereka kasihan banget nunggu lama dikamar gw. Ngechat apalah2 intinya nunggu gw pulang.. Mungkin karena ga pekanya gw sama kondisi yang udah cape kedinginan kena ujan jadi ga bisa nangkep radar suprise tadi.. So, mereka buat video sama foto gitu.. Abis maghrib gw pulang karena agak redaan gitu, mau minta maaf ke personil yang tersisa (tetangga kost gw) yang lain pasti udah pada pulang.. eh pas kesana mereka lagi kumupul, gw ga boleh masuk kamar pada sinis semua. Lucu deh ngambeknya! Udah ga ada yang salah, yang salah pokoknya ujan haha
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


"Siapa yang selalu melihat rembulan selalu ditemani oleh bintang disetiap malam ?", aku bertanya kepada kalian semua.
Aku selalu suka malam. Ketika langit diatas sana mendung, seringkali bintang tak menjumpai rembulan. Aku tak pernah tau alasan bintang yang suka mengumpat dibelakang awan.
Padahal rembulan tak pernah lelah untuk menunggu bintang membersamainya. Meski ia harus mengalami fase-fase perubahan dari bulan baru, bulan sabit, maupun bulan purnama. Ia tetap saja berotasi mengelilingi bumi. Memancarakan radar cahaya untuk menghibur hati pujangga yang sepi.
Malam ini, rembulan perlahan ditutupi awan hitam pekat. Hampir sisi-sisi yang memancarkan cahayanya tak mampu dipandang lagi. Lantas apakah ini laksana perumapamaan sebuah kepercayaan yang dinodai dengan kenistaan? . Melihatnya pun aku sakit, entahlah !

Tenang kawan, ini hanya sekedar sangkaan. Bisa jadi yang aku maksudkan tidak benar, bintang tak pernah mendustakan rembulan. Barangkali pertemuan antara rembulan dan bintang adalah keenganan untuk hujan, yang selalu memisahkan mereka dalam bingkai malam. Karena cinta bintang dan rembulan adalah cinta yang penuh dengan perlawanan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kita semua pasti tau, Negara Indonesia ialah negara yang memiliki kemajemukan dalam hal etnis,budaya dan agama yang kesemuanya merupakan potensi untuk membangun Negara Indonesia lebih maju lagi. Namun, keberagaman masyarakat yang dianggap sebagai kekayaan bangsa disisi lain dapat memicu konflik dan perpecahan antar golongan. Dibuktikan dengan beberapa konfik berbuansa SARA yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia.
Fonding father bangsa kita menyadari keberagaman yang dimiliki Negara Indonesia harus dijaga eksistensinya dalam semangat persatuan dan kesatuan. Oleh karenanya, Indonesia diikat dengan semboyan kesatuan dan persatuan bangsa yang kita kenal dengan “Bhineka tunggal ika”, yang memiliki makna “walaupun berbeda-beda tetapi kita satu jua”.
Nah, kita sebagai generasi penerus bangsa harus menjadi penggerak untuk tetap menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa. Kita harus menyadari bahwa keberagaman merupakan pemberian dari Tuhan dan Bhineka Tunggal Ika (Unity in diversity) merupakan titipan nenek moyang yang perlu kita jaga sebagai dasar kita bersatu untuk Indonesia yang lebih maju.

Yup, kali ini Rumah Penerbit GPAN (Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara) mengadakan event menulis antologi puisi bertemakan “Unity In Diversity”. Mari bergabung bersama kami, melalui karya kecil ini kita membantu masyarakat Indonesia untuk belajar menghargai dan menerima perbedaan yang Tuhan berikan.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Hal yang paling memalukan ialah bertatap dengan sesama ciptaan-Nya tapi aku tak banyak bermanfaat bagi sesama..
Rasanya payau ketika aku memaksakan diri seperti matahari, yang diawal pagi memberikan 'harapan', bagi tiap insan dalam benaknya.. Begitu pula dipenghujung hari ia elok sekali, mengubah paradigma perpisaan dengan keindahan senja yg melihatnya pun mengisakkan kerinduan.. Entalah kerinduan kepada siapa! !
Lantas, bergegas tanpa basa-basi, dengan teratur ia menjauh-menenggelamkan diri, seakan ada tangga yg ia naiki, 1..2..3..4.. irama itu terasa.. membius insan yg ditinggalkan. Detik inilah yang menjadi teriakan insan membumbung tinggi kelangit "aaahh!" begitulah kiranya, mengisyaratkan penyesalan yg dalam. Rasanya memang tak mau berpisah, apalah daya pertemuan ialah tali-kasih perpisahan.
.
Jujur!! Aku belum mampu (rasanya gagap mengatakan ini).
.
Sungguh!
Aku belum mampu laksana Matahari yang sinarnya mampu menelisik keseluruh penjuru negeri, tanpa pamrih ia menghangatkan tanpa mengutamakan perbedaan. Ketika ia tak diizinkan Tuhan untuk menyapa dunia, ia menghapus kekecewaan insan dengan hujan..
.
Aku hanya bisa menunduk, merenungi diri yg masih tertatih menuju surgawi.
.
.
Ah benar-benar.. aku suka pertunjukan matahari diawal dan penghujung hari~
26/08/16
-Romansa Sudut Jogja-
"Aku Malu"
yg ku rindukan, Mushola lt.2 FITK :)
Taken by @deean_VK
#zulfisshstory
#senjastory
#romansasudutjogja
#UINSUKAstory


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Wanita ibarat kaca yg berdebu.
Jangan terlalu kuat membersihkannya.
Lemah lembutlah kepadanya, tapi jangan terlalu memanjakannya..
Tegurlah jika ia bersalah, tapi jangan kau lukai hatinya.
.
.
.
.
Begitu mulianya wanita dalam pandangan Islam, semoga ia (red : wanita) selalu bisa menjaga izzah dan marwahnya.. ^^ meski begitu wanita butuh lingkungan yg bisa mengingatkan ketika ia lalai dan memberikan support atas keputusan yg ia ambil. Ia tidak bisa berdiri sendiri !! Yuks mari teman-teman mulai sekarang saling menegur tanpa kata "sungkan" untuk kebaikan.

22/08/16
-Senja Jogja-

Taken by @erkana
Camera from @deean_VK

#zulfisshstory
#jogjastory
#yukshijarahbareng
#akhwattangguh
#ootdjogja
#haaanadza


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Semoga Allah selalu mengizinkan kita untuk bisa mengambil hikmah disetiap kekecewaan, meskipun sedikit!
"Romansa sudut jogja"
Dengkuran sungai gajah wong.
Jogja, 25/7/2016
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

Zulfialia
Lihat profil lengkapku

FOLLOW ME

  • Facebook
  • Instagram
  • Path
  • Twitter

Laman

  • BERANDA
  • CERITA
  • ESSAY
  • OPINI
  • SAJAK

recent posts

Visitors

Flag Counter

Blog Archive

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  Februari (1)
      • Surat Untuk Februari
  • ►  2017 (7)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2016 (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2015 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2014 (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates