Romansa Sudut Jogja


Hari ini gw bakal cerita dari pagi sampe malem ini.
Tengah malem gw  lagi facebookan, diingetin klo hari ini gw ulang tahun..
Jujur, hari menjelang ulang tahun gw biasa aja kayak ga ada semangat hidup..
Berasa tua banget tapi belum siap tua, intinya mah belum siap menerima kenyataan bawaanya pengen lari terus..
Karena sangkin ga interestnya, siang2 ada yang ngajak makan (kebeneran belum makan dari pagi nih) cuuuus deh pergi ke sawah resto dengan beberapa pertimbangan tempat yang sebenernya ga penting bgt.. wkwk piss
Cuma berdua aja jadinya yang lain pada PHP. Ceritanya syahduuu banget ambil tempat pojok utara deket sawah, ditambah ala-ala mendung gitu sama angin sepoi-sepoi.. ngga lama setelah makanan selesai disajikan, ujan mulai turun tuh tambahlah syahdunyaa.. eeeh~ jadinya badai ujan pindah tempat aja sampe 3 kali, pojok-depannya-ditengah (siib nasib), alhasil ga lagi fokus sama makanan. Adalah nyelametin helm, nyelametin makanan, tas, laptop delel.. makanan jadi berkuah, air minum tambah wkwk ancurr baju ikut basah, mau pulang kejebak ujan yang awetnyaa bikin ga tahan, sampe kita ngelewatin 3 masa (wkwkk) dzuhur-Ashar-Maghrib..

Hp low pas kena badai ujan tadi, baru diaktifin pas maghrib gitu, eeh ada si ciwi-ciwi mau buat suprise ga bilang-bilang siih.. mereka kasihan banget nunggu lama dikamar gw. Ngechat apalah2 intinya nunggu gw pulang.. Mungkin karena ga pekanya gw sama kondisi yang udah cape kedinginan kena ujan jadi ga bisa nangkep radar suprise tadi.. So, mereka buat video sama foto gitu.. Abis maghrib gw pulang karena agak redaan gitu, mau minta maaf ke personil yang tersisa (tetangga kost gw) yang lain pasti udah pada pulang.. eh pas kesana mereka lagi kumupul, gw ga boleh masuk kamar pada sinis semua. Lucu deh ngambeknya! Udah ga ada yang salah, yang salah pokoknya ujan haha
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Pertanyaan inilah yang seringkali kita lupakan. Entah mungkin memang sifat dasar manusia yang hakikatnya membutuhkan orang lain atau ia mengutuk dirinya untuk tidak mempedulikan isi hatinya. Sering kali kita menjumpai pertanyaan yang kita sampaikan kepada orang lain, sebenarnya kita mengetahui jawaban tersebut. aaah...lagi-lagi kita membutuhkan orang lain, untuk mengatakan jawaban tersebut tepat didepan wajah kita.
Ada beberapa orang yang seringkali menanyakan apa kiat-kiat menjadi sukses? bagaimana caranya? apa yang harus dilakukan? bagaimana membagi waktunya? di tiap-tiap kesempatan entah di pengajian, workshop, diskusi, sharing dll.. Sebenarnya mereka tau jawabannya, (Ya, saya yakin itusmile emotikon ) hanya berat menerapkannya. I Inilah bagian yang cukup menarik bagi saya!!! I Karena bicara tentang kesuksesan, bagi saya tidaklah mudah, I Kesuksesan bukan hanya tentang disiplin ilmu ekonomi dan usaha yang kita miliki I Tapi konsep mengenal Allah adalah dasar dari kesuksesan yang hakiki I Kenalilah Allah, maka kita akan mengetahui cara merayu Allah I Dari sinilah kita akan mengetahui bagai mana kita harus meniti jalan kesuksesan hidup ini.
**Semangat sampai akhirat**
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bagi orang over convident, dia akan menilai apa yang telah dia lakukan sesuai dengan standar dia, merasa pantas dan cenderung mengesampingkan orang lain. Padahal dia tidak pernah tau apa yang dilakukan orang lain. Hal seperti ini yang perlu mereka persiapkan sebelum menerima hasil akhir ialah "Mempersiapkan kegagalan".
Sedangkan bagi orang yang memiliki kecenderungan feel inferior, dia akan menilai dirinya sangat rendah dibandingkan orang lain, dia akan merenungi kekurangannya dan tidak mau mencoba hal baru. Maka yang perlu dia siapkan ialah mental juara untuk mempersiapkan kemenangan.
Pada intinya, alangkah baik ketika kita memahami karakter diri sendiri untuk mengetahui kecenderungan tipe karakter. Sehingga kita dapat mengetahui apa yang harus kita persiapkan ketika kita menerima sebuah realita. Yang terpenting ialah tetaplah jujur dalam memperkenalkan diri kita dan mau belajar ketika mendapat sebuah kepercayaan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
 Pemuda, Katakan inilah saya !
Karya  : Zulfi Alia Izzati

Kala sunyi
Ku coba merenung diri
Menatap pertiwi tengah bersedih hati
Inilah yang ku rasa
Hiruk pikuk Indonesia
Kaum asing merajalela
Korupsi menjamur menjadi budaya
Calon generasi bangsa berfoya-foya,
Melupakan adat dan norma
Dekadensi moral serasa tiada aral
Anak-anak dibawah usia,
Tak terlindung lagi jiwa raganya
Di saat hidup semakin sulit
Kabut asap membumbung tinggi menguasai langit
Tuk bernafas betapa sulit
Pilu hati kian membelit
Ketika belia berparas cantik
Terkulai diantara pekatnya kabut
Mengukir memori pahit
dan
Hanya batin mereka yang menjerit

Indonesia
Bhineka Tunggal Ika begitulah semboyannya
Katanya kita sudah merdeka
Tapi tawuran tak pernah jeda
Hidup sejahtera hanyalah wacana
Menggebu-gebu orasi calon pemimpin kita
Mengumbar janji, menebar asa
Gegap gempita demo rakyat kita
Haruskah kita selalu berlawanan arah
Menghujat yang tua, meremehkan yang muda
Tiada sepakat kata tuk jalan seirama
Perbaiki jati diri bangsa
Tiadakah malu wahai para pemuda?
Mungkinkah hanya aku yang malu jadi pemuda Indonesia?

Indonesia
Negeriku tercinta
Aku tak mau sekedar menuntut
Aku tak mau sekedar mengikut
Kini ku coba berlari menjemput asa yang terhenti
Merobek tirai reformasi
Berbekal diri anti korupsi dan gratifikasi
Mengusung cita mulia bangsa ini
Meski letih jiwa raga ini aku kan tetap mengabdi
Jika bukan aku, siapa lagi?

Indonesia
Semangat berkobar didalam jiwa
Kan ku kibarkan sang merah putih disetiap sudut dunia
Tuk menjaga martabat bangsa menuju peradaban jaya
اِنَّ الْفَتَى مَنْ يَقُوْلُ هَا أَنَذَا
وَ لَيْسَ الْفَتَى مَنْ يَقُوْلُ كَانَ اَبِى
Sungguh seorang pemuda yang berkata inilah saya !
Bukanlah seorang pemuda yang mengatakan inilah bapak saya
Pemuda, katakan inilah saya !


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
"Aku terjatuh dan berusaha bangkit lagi, ini belum berAkhir !" inilah jargon yang aku ingat untuk titik jenuhku atas penyakit yang sempat menghinggap ditubuhku. Sudah cukup lama tepatnya, kini perlahan kesakitanku mulai sirna. Alhamdulillah, I wanna thank You, My Allah ^_^
Hal yang tak bisa ku lupakan ialah ketika kesehatanku cukup membaik untuk menopang tugas-tugasku kuliah ditanah rantau, meskipun belum total penyembuhan. Aku akan merasa sakit ketika aku harus meringik dihadapan mamah dan abah. Sungguh, air mataku memilukanku. CUKUP ! (batinku menggema)
CUKUP, aku melihat ini. Dan kuputuskan hari itu aku berusaha tegar berangkat ke tanah rantauku tempat mencari ilmu. 
Selepas ke pergianku, ya ! hp genggamku, dering telfon, dan suara mereka tak pernah absen dari pendengaranku. Sampai pada titik dimana mamah menceritakan kejadian dirumah, "Pi, kemarin tepat sehari setelah kau pergi, temen mamah Ibu Lastri dan keluarga menjenguk mu, tapi kamu tidak ada. Oh iya, ini uang hasil jengukan mu banyak sekali hampir 1 juta".. :) "Wah kasihan sekali ibu lastri ya mah. oh uangnya disimpan saja mah barangkali mamah perlu". (balas ku). Sungguh aku menitikan air mata, bantinku terucap "Yaa Allah, Terimakasih disaat aku rapuh dan terjatuh aku masih bisa membawa berkah untuk Orang tua ku", air itu semakin deras dan menjadi-jadi ketika aku mengingat status sosial media ku yang tak pantas aku unggah, statusku itu diluar kendali. Hari-hariku dikelilingi tentang kematian. Aku JENUH OBAT !, dari rumah sakit satu-kerumah sakit lainnya, dari kimia sampai tradisional. Aku semakin down ketika aku mencari tugas kliping dikoran, aku mendapati dua koran yang menyatakan satu orang bunuh diri karena penyakitnya yang tak kunjung sembuh dan satu orang dikorang yang berbeda meninggal karena terserang penyakitku yang lainnya", aku makin tak berdanya ditambah rambutku yang mulai rontok dan selalu mengeluarkan darah. Mamah, mamah dan adekku alina dia yang selalu berkomunikasi denganku bahwa aku harus TEGAR, TEGAR menjalani hidup ini !, kucoba rajinkan sembahyangku wajib-sunah dan memenuhi kebutuhan ruhaniahku. hingga aku mempunyai HARAPAN untuk KEMBALI sehat. Kini, aku berusaha menerima rasa sakitku, mengenali dan memahaminya.
" Terimakasih Allah, kau turunkan malaikat-malaikat untuk ku, untuk mengajariku makna Syukur"
(Jangan pernah tersungkur dari rasa syukur meski yang kau inginkan terkubur, GALILAH ! maka kau akan mendapatkan yang kau inginkan, Jangan pernah takut dengan Janji-Nya.Sungguh Allah membalas usaha hamba-Nya)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Saya sadar, bahwa saya haus ilmu..
entahlah, terlepas ilmu itu dari golongan mana yang mengadakannya,
bagi saya selagi itu mengacu pada Alqur'an dan Assunah, Why Not? :)

Okey, !!
Sekarang kita ke point inti.. (hoho kya presentasi kuliah aja)
Teman-teman, saya akan share kegiatan ramadhan yang beda dari tahun-tahun sebelumnya ^_^

Chek It Out..
Kali ini saya Ramadahan di kota Istimewa begitulah sebutan yg saya sematkan .. hehe
diambil dari penggalan namanya yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dimana DIY ini terkenal dengan sebutan kota pelajar nya..
Bagi saya ramadhan dikota ini sangat Istimewa, MENGAPA Guys?
Disini di sample yang saya bawa, sederet kajian yang menginspirasi dari kaum muda sampai manula bisa menuai ilmu dari berbagai Ustadz dan Ustadzah yang bisa dibilang "Subhanallah" bagi mahasiswa dakwah.
Walaupun saya tidak bisa mengikutinya secara rutin, karena TPA Anwar Rasyid yg utama, setidaknya saya ikut senang bisa merasakan suasana jogja yang berjuta rasa..
 "Ya Allah, aku cemburu dangan hambamu yg bisa menyemai bumi-Mu dengan ilmu yg ia punyai, semoga mereka temasuk insan yang dirindui oleh Surga-Mu". (aameen) 


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About Me

Zulfialia
Lihat profil lengkapku

FOLLOW ME

  • Facebook
  • Instagram
  • Path
  • Twitter

Laman

  • BERANDA
  • CERITA
  • ESSAY
  • OPINI
  • SAJAK

recent posts

Visitors

Flag Counter

Blog Archive

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  Februari (1)
      • Surat Untuk Februari
  • ►  2017 (7)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2016 (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2015 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2014 (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates