Romansa Sudut Jogja

Dear, diriku.
Sudah lama aku terperangkap dalam arahan manusia lain yang tak lebih mengenalmu. Aku sering kali tertipu dalam nafsu, menyingkirkan kata hati dan rintihanmu yang seharusnya menjadi nomer satu dalam setiap tingkah lakuku. Maaf. Jadi, kali ini aku ingin berbincang dengamu.
Diriku, apa kabar dengan syndrome 20-an dari Generasi Z golongan pertama? Masihkah hidupmu terasa berantakan sebab serangkaian pertanyaan dan “Feed” yang temen-temanmu bagikan. Kerja dimana ? Kamu lanjut S2 ga? Kapan nikah? Kapan travelling ? Kapan 100 impian tercapai? dan “Feed” yang membuatmu merasa satu langkah dibelakangnya.
Iya, aku tau. Memang menginjak umur 20 ialah fase paling berat, ketika kenyamanan hidup yang dirasakan semasa kuliah selesai. Maka, mau tidak mau, kamu harus melanjutkan fase yang berikutnya yaitu “Real Life”. Fase inilah yang menuntutmu fokus pada nasib dirimu, terutama mandiri finansial, pengambilan keputusan dan manajemen diri yang seringkali susah untuk dilakukan secara berkelanjutan.
Ditambah dengan persoalan hidup menjadi generasi Z golongan pertama yang tidak cukup mudah. Generasi yang katanya menjadi generasi internet addict, menjadikan kamu rentan terserang penyakit FOMO “Fear of Mising Out” yaitu ketika dirimu takut ketinggalan berita di sosial media. So, lifestyle, fashion, travelling, Food and Baverage ga mau kalah dengan following-mu, Iya kan? yang menjadikan orientasimu dalam melakukan sesuatu berubah. Bukan lagi pada pemenuhan kebutuhan, melainkan untuk meningkatkan kadar dopamin karena FOMO !
Sebelum semuanya berakhir tragis seperti kisah hidup artis Korea, fakta nyata inilah yang harus menyadarkanmu atas gelisah yang ada. Pudarnya rasa percaya diri, merasa hidup ga berguna, orang lain lebih hebat.
Please, STOP ! jangan terlalu membandingkan skenario orang lain dengan hidupmu. Setiap kita punya jalan masing-masing. Keep loving who you are. Jadi, lakukan apa yang bisa kamu lakukan sekarang, rapihkan serpihan impian yang masih tersisa, rapatkan puing-puing harapan, lihatlah ke lautan betapa luasnya kebaikan yang bisa kamu lakukan. Jadilah, rumput bergoyang dimanapun kamu berada.
(Tulisan ini masuk nominasi 50 Surat Terpilih dari +/- 2.650 Surat Untuk Februari 2018 yang diadakan oleh Pecandu Buku X Eiger Advanture)
#SuratUntukFebruari2018 #EigerAdvanture #Pecandubuku
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Udah lama ini gue dapet kiriman buku dari luar negeri cukup banyak. 19 buku dari Turki, 1 majalah dari Texas, 3 buku Postgraduate Guide dari The University of Edinburg dan 1 Undergraduate Prospectus dari UCL. Di tulisan kali ini, gue bakalan fokus bahas gimana caranya dapet buku dari LN secara free. Sedangkan, cara dapetin prospectus dari kampus LN next time continued next post di blog gue.

Ketika temen-temen gue banyak yang nanya, ko bisa dapet buku gitu dari LN, berapa lama waktunya, gimana caranya?. Sempet gue jadi penasaran sama motivasi gue sendiri buat ngumpulin buku gitu, sebenernya apa sih ?

Okey, disini gue pengen cerita sedikit pengalaman gue dapet buku dan majalah gratis dari luar negeri. Kalo kalian pengen, juga silahkan baca sampe selesai yaa guys !!

Sejujurnya, awal dari pencarian buku ini diilhami sama rasa penasaran gue yang pengen dapet buku secara gratis di zaman sekarang yang katanya serba bayar. Nah, ditambah ada adik tingkat di kuliah gue yang upload di FB kalo dia dapet buku dari Turki. So, gue langsung memutuskan untuk searching di google. It's simple guys, kasih clue aja "Buku Gratis dari Luar Negeri", kalian bisa liat banyak artikel tentang ini. 

Semakin penasaran setelah baca artikel-artikel terkait. Tanpa pikir panjang, gue coba ngikutin semua step by step yang disaranin. Awalnya sempet ragu sih sebenenrnya, bisa dapet atau engga karena cukup lama nunggu ga ada paketan dateng hiks :(. So, kamu harus sabar nunggunya yaa karena jarak yang cukup jauh, harap maklum aja. Kurang lebih lama pengiriman memakan waktu 1-2 bulan guys, ga selama nunggu jodoh ko *eh.

Setelah jalan-jalan di website yang disaranin, kebetulan gue dapet website yang menyediakan langsung judul buku yang bisa kita pilih, beda lagi buat majalah, edisi majalah yang dirikim  ditentuin pihak instansinya.

Yang perlu kalian siapin alamat e-mail (terserah mau pake gmail, yahoo, outlook dll) 
Kiriman yang pertama gue dapet dari Hakikatkitabevi yang jumlahnya cukup banyak. Paket pertama, gue dapet 9 buku dan paket kedua dapet 10 buku. Sempet bingung, ketika paketan dateng yang kedua tapi tetep seneng juga. hehe. 
Oh ya, buku ini berisi tentang kajian keislaman berbahasa inggis, menurut aku bahasa inggrisnya enak dibaca dan mudah dipahami. 

Cara kalian dapetin buku ini : Masuk ke website, plih order book (disini nanti kalian bisa pilih buku yang kalian pengen dan masukin ke keranjang belanja jika kalian pengen bentuk hard copy, atau kalian juga bisa download bentuk pdf), nanti kalian diminta masukin data diri
Yang kedua, gue dapet buku dari Aramco World, sama halnya dengan Hakikatkitabevi. Aramco sendiri juga mengkaji tentang keislaman. Perbedaan yang dimiliki keduanya terletak pada konten pembahasan, pada Hakikatkitabevi lebih memfokuskan kepada kajian islam dari segi Aqidah Islamiah, sedangkan Aramco lebih ke arah pembahasan sejarah islam dan hal-hal terkait modern islam. Kerena Aramco yang sejatinya majalah, maka isinya lebih variatif dibandingan dengan Hakikatkitabevi. Perlu diketahui, keduanya tersedia dalam bahas inggirs dan mudah dipahami, sangat bermanfaat untuk teman-teman yang ingin membiasakan diri membaca literatur bahasa inggis dan memperkaya ilmu pengetahuan.


Cara kalian dapet majalah di Aramco, silahkan kalian kilik menu, di sub menu "About Us" pilih subscription service (print edition), nanti kalian tinggal masukkan data diri.
Oke guys, mungkin ini dulu yang bisa gue kasih ke kalian. Coba baca-baca artikel terkait tentang ini, banyak yang lebih detil. Sengaja ga gue tulis lengkap biar kalian lebih mandiri dan greget lagi buat cari-cari hal yang menurut kamu baru. Yang terpenting جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا coba dan perhatikan maka kamu akan tahu.. Selamat mencobaa, sukses guys !!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Secara etimologi, Alquran berasal dari masdar yang maknanya sama dengan kata Qira’ah (bacaan). Dimana yang berarti umat muslim diperintahkan untuk membaca Alquran, karena Alquran merupakan wahyu Allah (kalamullah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai sumber hukum dan pedoman hidup umat islam, dan membacanya bernilai ibadah.
Dalam peradaban islam dimuka bumi ini, bahwasannuya manusia diciptakan sebagai khalifah dimuka bumi ini [1] sebagai pemelihara kelangsungan mahluk hidup dan dunia seisinya. Dalam rangka itulah Allah membuat  sebuah undang-undang yang nantinya manusia bisa menjalankan tugasnya dengan baik, manakala ia bisa mematuhi perundang-undangan yang telah dituangkan-Nya dalam kitab suci Al-Qur’an.
Pada kitab suci orang muslim ini, telah dicakup semua aspek kehidupan, dimana semuanya terangkum dalam kandungan ayat-ayat yang ada di Alquran. Secara garis besar kandungan pokok ayat Alquran, ialah Aqidah, Akhlaq, Syari’ah, Sejarah (kisah-kisah), Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), Filsafat, dan Do’a. Dari sinilah kita akan dapat memahami islam secara kompleks, betapa bahagianya umat muslim sebagai pemilik sah kitab Alquran yang mengandung begitu banyak hal dan ilmu. Baik yang klasik, kontemporer sampai berakhirnya spesies kehidupan didunia.
Sungguh disayangkan, terkadang banyak yang memahami alquran sebagai teks yang hanya untuk dibaca. Dan ironinya mind map inilah yang tertanam dikalangan anak-anak belia penerus perjuangan islam. Padahal secara fungsi turunya, alquran ialah pedoman dan sumber hukum yang harus di implementasikan atau diterapkan dalam ranah kehidupan.
Oleh karena itu, mau tidak mau sebagai umat muslim yang berpegang teguh pada Alquran hendaknya dapat memahami pokok-pokok kandungan yang terangkum dalam ayat-ayat alquran dan dapat mengimplementasikannya dalam segala aspek kehidupan didunia.Agar bisa menjadi masyarakat islam yang sebenar-benarnya.



[1][1]Mushaf Al ‘Aziz, Al-Quran Terjemahan dan Asbabunnuzulnya.(Jakarta: Departemen Agama RI, 2010) Hal: 6“ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”(Q.S. Al Baqoroh : 30)

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Mungkin ini kegiatan rutin bagi kita orang baru yang baru bertemu. Aku rasa tepatnya bagi orang yang rindu masa lalu. Bisa juga, karena cerita ini simbiosis mutualisme. Aku ingin mendengar dan didengarkan, begitu juga sebaliknya teman kita.
Menceritakan masa lalu adalah pilihan terbaik untuk menghabiskan waktu. Merefleksikan nilai-nilai perilaku yang sekarang kita bisa nilai baik, buruk, gokil, terlalu polos atau bahkan jatuhnya malu-maluin. Iya ngga sih?
Entah kita cerita kejadian senang, sedih, horor, lucu, malu-maluin di keluarga, Zaman SMA, SMP, SD lah yang sebenernya ga informatif buat temen kita. Lucu ngga sih, ngeliat temen kita atau kita sendiri ekspresif banget, heboh banget kadang juga mendadak sendu sampe temen kita ngikutin mimiknya. Dan akhirnya saling menyalahkan karena kebius waktu. Ngga nyangka sampe 3 jam secara bergantian mengisi cerita kaya acara talkshow, ada sesi tanya jawablah apalah. Tinggal didiawali dengan Basmallah dan diakhiri Hamdalah biar berkah. Haha
By the way, sebenernya ga salah juga ya nglakuin kaya gini (yang dibilang ini rutinitas yang buang waktu, hanya perempuan yang paham kebenarannya #tsaaah). Pada hakikatnya itu sarana seseorang untuk memaksa dirinya mengingat kembali pencapaian yang pernah didapat, peraturan yang dilanggar, akibat dari perilakunya. Kiranya banyak hikmah yang bisa transfer value dan transfer knowledge, tergantung bagaimana menyikapi. Terkadang memang masa lalu itu perlu ditertawakan agar hidup tidak selalu tentang keseriusan. Inilah uniknya perempuan mendekatkan sesuatu yang jauh dengan cara yang lebih hangat dan menyenangkan.
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar

Ada yang sering lupa ketika mempersiapkan masa depan. Seringkali disibukan dengan sosok idaman. Berparas menawan dan jutawan. Ketika yang didamba sudah memiliki pasangan, kekecewaan pun tak dapat ditahan. Kemudian lupa untuk memperbaiki diri secara bertahap agar dirasa siap.
Ada harap kepada manusia?
Ada kecewa yang membersamainya?
Apakah hakikat menikah hanya sepasang kekasih yang bahagia?
Aku belum terlalu paham, tapi aku coba belajar menelaah retorika kehidupan.  Mereka yang telah lama bertahan dalam maghligai pernikahan.
Bagiku, pasangan memang hakikatnya sebagai syarat sah pernikahan. Memilih yang berparas menawan dan jutawan juga bukanlah  kesalahan, hal itu pun diperbolehkan. Namun, kiranya ada yg perlu diperhatikan, konsep pernikahan selamanya bukan kebahagiaan, akan tetapi sepaket dengan kesedihan.
Ada rona kesedihan yang membersamai Ayah pada putra maupun putrinya yang menikah. Ada perubahan tanggung jawab yang perlu Ayah percayakan keorang lain yang mungkin sosok asing yang belum pernah beliau mengenalnya. Ada rasa khawatir untuk melepas anak gadis dan bujangnya untuk berjuang. Keputusan beliau adalah tanggungjawab sebagai kepala rumah tangga. Pasti ada rasa dimana beliau tidak rela, yang tidak bisa diungkapkan demi kebahagiaan putra-putrinya.
Anak yang baik ialah anak yang bisa memilih pasangan hidup yang sesuai dengan dirinya, keluarga dan lingkungannya agar kebahagiaan sebuah pernikahan bisa dirasakan semua, bukan menjauhkan diri dari mereka.
“Menikah bukan sekedar bicara menikahkan diri dengan pasangan yang dipilih, namun juga tentang bagaimana menikahkan kekasihnya dengan kelurga dan lingkungannya.”(Zulfi alia, mengeja kehidupan)

11/01/2017
Romansa Sudut Jogja


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Hari ini gw bakal cerita dari pagi sampe malem ini.
Tengah malem gw  lagi facebookan, diingetin klo hari ini gw ulang tahun..
Jujur, hari menjelang ulang tahun gw biasa aja kayak ga ada semangat hidup..
Berasa tua banget tapi belum siap tua, intinya mah belum siap menerima kenyataan bawaanya pengen lari terus..
Karena sangkin ga interestnya, siang2 ada yang ngajak makan (kebeneran belum makan dari pagi nih) cuuuus deh pergi ke sawah resto dengan beberapa pertimbangan tempat yang sebenernya ga penting bgt.. wkwk piss
Cuma berdua aja jadinya yang lain pada PHP. Ceritanya syahduuu banget ambil tempat pojok utara deket sawah, ditambah ala-ala mendung gitu sama angin sepoi-sepoi.. ngga lama setelah makanan selesai disajikan, ujan mulai turun tuh tambahlah syahdunyaa.. eeeh~ jadinya badai ujan pindah tempat aja sampe 3 kali, pojok-depannya-ditengah (siib nasib), alhasil ga lagi fokus sama makanan. Adalah nyelametin helm, nyelametin makanan, tas, laptop delel.. makanan jadi berkuah, air minum tambah wkwk ancurr baju ikut basah, mau pulang kejebak ujan yang awetnyaa bikin ga tahan, sampe kita ngelewatin 3 masa (wkwkk) dzuhur-Ashar-Maghrib..

Hp low pas kena badai ujan tadi, baru diaktifin pas maghrib gitu, eeh ada si ciwi-ciwi mau buat suprise ga bilang-bilang siih.. mereka kasihan banget nunggu lama dikamar gw. Ngechat apalah2 intinya nunggu gw pulang.. Mungkin karena ga pekanya gw sama kondisi yang udah cape kedinginan kena ujan jadi ga bisa nangkep radar suprise tadi.. So, mereka buat video sama foto gitu.. Abis maghrib gw pulang karena agak redaan gitu, mau minta maaf ke personil yang tersisa (tetangga kost gw) yang lain pasti udah pada pulang.. eh pas kesana mereka lagi kumupul, gw ga boleh masuk kamar pada sinis semua. Lucu deh ngambeknya! Udah ga ada yang salah, yang salah pokoknya ujan haha
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


"Siapa yang selalu melihat rembulan selalu ditemani oleh bintang disetiap malam ?", aku bertanya kepada kalian semua.
Aku selalu suka malam. Ketika langit diatas sana mendung, seringkali bintang tak menjumpai rembulan. Aku tak pernah tau alasan bintang yang suka mengumpat dibelakang awan.
Padahal rembulan tak pernah lelah untuk menunggu bintang membersamainya. Meski ia harus mengalami fase-fase perubahan dari bulan baru, bulan sabit, maupun bulan purnama. Ia tetap saja berotasi mengelilingi bumi. Memancarakan radar cahaya untuk menghibur hati pujangga yang sepi.
Malam ini, rembulan perlahan ditutupi awan hitam pekat. Hampir sisi-sisi yang memancarkan cahayanya tak mampu dipandang lagi. Lantas apakah ini laksana perumapamaan sebuah kepercayaan yang dinodai dengan kenistaan? . Melihatnya pun aku sakit, entahlah !

Tenang kawan, ini hanya sekedar sangkaan. Bisa jadi yang aku maksudkan tidak benar, bintang tak pernah mendustakan rembulan. Barangkali pertemuan antara rembulan dan bintang adalah keenganan untuk hujan, yang selalu memisahkan mereka dalam bingkai malam. Karena cinta bintang dan rembulan adalah cinta yang penuh dengan perlawanan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About Me

Zulfialia
Lihat profil lengkapku

FOLLOW ME

  • Facebook
  • Instagram
  • Path
  • Twitter

Laman

  • BERANDA
  • CERITA
  • ESSAY
  • OPINI
  • SAJAK

recent posts

Visitors

Flag Counter

Blog Archive

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  Februari (1)
      • Surat Untuk Februari
  • ►  2017 (7)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2016 (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2015 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2014 (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates