Romansa Sudut Jogja


Mungkin ini kegiatan rutin bagi kita orang baru yang baru bertemu. Aku rasa tepatnya bagi orang yang rindu masa lalu. Bisa juga, karena cerita ini simbiosis mutualisme. Aku ingin mendengar dan didengarkan, begitu juga sebaliknya teman kita.
Menceritakan masa lalu adalah pilihan terbaik untuk menghabiskan waktu. Merefleksikan nilai-nilai perilaku yang sekarang kita bisa nilai baik, buruk, gokil, terlalu polos atau bahkan jatuhnya malu-maluin. Iya ngga sih?
Entah kita cerita kejadian senang, sedih, horor, lucu, malu-maluin di keluarga, Zaman SMA, SMP, SD lah yang sebenernya ga informatif buat temen kita. Lucu ngga sih, ngeliat temen kita atau kita sendiri ekspresif banget, heboh banget kadang juga mendadak sendu sampe temen kita ngikutin mimiknya. Dan akhirnya saling menyalahkan karena kebius waktu. Ngga nyangka sampe 3 jam secara bergantian mengisi cerita kaya acara talkshow, ada sesi tanya jawablah apalah. Tinggal didiawali dengan Basmallah dan diakhiri Hamdalah biar berkah. Haha
By the way, sebenernya ga salah juga ya nglakuin kaya gini (yang dibilang ini rutinitas yang buang waktu, hanya perempuan yang paham kebenarannya #tsaaah). Pada hakikatnya itu sarana seseorang untuk memaksa dirinya mengingat kembali pencapaian yang pernah didapat, peraturan yang dilanggar, akibat dari perilakunya. Kiranya banyak hikmah yang bisa transfer value dan transfer knowledge, tergantung bagaimana menyikapi. Terkadang memang masa lalu itu perlu ditertawakan agar hidup tidak selalu tentang keseriusan. Inilah uniknya perempuan mendekatkan sesuatu yang jauh dengan cara yang lebih hangat dan menyenangkan.
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar

Ada yang sering lupa ketika mempersiapkan masa depan. Seringkali disibukan dengan sosok idaman. Berparas menawan dan jutawan. Ketika yang didamba sudah memiliki pasangan, kekecewaan pun tak dapat ditahan. Kemudian lupa untuk memperbaiki diri secara bertahap agar dirasa siap.
Ada harap kepada manusia?
Ada kecewa yang membersamainya?
Apakah hakikat menikah hanya sepasang kekasih yang bahagia?
Aku belum terlalu paham, tapi aku coba belajar menelaah retorika kehidupan.  Mereka yang telah lama bertahan dalam maghligai pernikahan.
Bagiku, pasangan memang hakikatnya sebagai syarat sah pernikahan. Memilih yang berparas menawan dan jutawan juga bukanlah  kesalahan, hal itu pun diperbolehkan. Namun, kiranya ada yg perlu diperhatikan, konsep pernikahan selamanya bukan kebahagiaan, akan tetapi sepaket dengan kesedihan.
Ada rona kesedihan yang membersamai Ayah pada putra maupun putrinya yang menikah. Ada perubahan tanggung jawab yang perlu Ayah percayakan keorang lain yang mungkin sosok asing yang belum pernah beliau mengenalnya. Ada rasa khawatir untuk melepas anak gadis dan bujangnya untuk berjuang. Keputusan beliau adalah tanggungjawab sebagai kepala rumah tangga. Pasti ada rasa dimana beliau tidak rela, yang tidak bisa diungkapkan demi kebahagiaan putra-putrinya.
Anak yang baik ialah anak yang bisa memilih pasangan hidup yang sesuai dengan dirinya, keluarga dan lingkungannya agar kebahagiaan sebuah pernikahan bisa dirasakan semua, bukan menjauhkan diri dari mereka.
“Menikah bukan sekedar bicara menikahkan diri dengan pasangan yang dipilih, namun juga tentang bagaimana menikahkan kekasihnya dengan kelurga dan lingkungannya.”(Zulfi alia, mengeja kehidupan)

11/01/2017
Romansa Sudut Jogja


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Hari ini gw bakal cerita dari pagi sampe malem ini.
Tengah malem gw  lagi facebookan, diingetin klo hari ini gw ulang tahun..
Jujur, hari menjelang ulang tahun gw biasa aja kayak ga ada semangat hidup..
Berasa tua banget tapi belum siap tua, intinya mah belum siap menerima kenyataan bawaanya pengen lari terus..
Karena sangkin ga interestnya, siang2 ada yang ngajak makan (kebeneran belum makan dari pagi nih) cuuuus deh pergi ke sawah resto dengan beberapa pertimbangan tempat yang sebenernya ga penting bgt.. wkwk piss
Cuma berdua aja jadinya yang lain pada PHP. Ceritanya syahduuu banget ambil tempat pojok utara deket sawah, ditambah ala-ala mendung gitu sama angin sepoi-sepoi.. ngga lama setelah makanan selesai disajikan, ujan mulai turun tuh tambahlah syahdunyaa.. eeeh~ jadinya badai ujan pindah tempat aja sampe 3 kali, pojok-depannya-ditengah (siib nasib), alhasil ga lagi fokus sama makanan. Adalah nyelametin helm, nyelametin makanan, tas, laptop delel.. makanan jadi berkuah, air minum tambah wkwk ancurr baju ikut basah, mau pulang kejebak ujan yang awetnyaa bikin ga tahan, sampe kita ngelewatin 3 masa (wkwkk) dzuhur-Ashar-Maghrib..

Hp low pas kena badai ujan tadi, baru diaktifin pas maghrib gitu, eeh ada si ciwi-ciwi mau buat suprise ga bilang-bilang siih.. mereka kasihan banget nunggu lama dikamar gw. Ngechat apalah2 intinya nunggu gw pulang.. Mungkin karena ga pekanya gw sama kondisi yang udah cape kedinginan kena ujan jadi ga bisa nangkep radar suprise tadi.. So, mereka buat video sama foto gitu.. Abis maghrib gw pulang karena agak redaan gitu, mau minta maaf ke personil yang tersisa (tetangga kost gw) yang lain pasti udah pada pulang.. eh pas kesana mereka lagi kumupul, gw ga boleh masuk kamar pada sinis semua. Lucu deh ngambeknya! Udah ga ada yang salah, yang salah pokoknya ujan haha
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


"Siapa yang selalu melihat rembulan selalu ditemani oleh bintang disetiap malam ?", aku bertanya kepada kalian semua.
Aku selalu suka malam. Ketika langit diatas sana mendung, seringkali bintang tak menjumpai rembulan. Aku tak pernah tau alasan bintang yang suka mengumpat dibelakang awan.
Padahal rembulan tak pernah lelah untuk menunggu bintang membersamainya. Meski ia harus mengalami fase-fase perubahan dari bulan baru, bulan sabit, maupun bulan purnama. Ia tetap saja berotasi mengelilingi bumi. Memancarakan radar cahaya untuk menghibur hati pujangga yang sepi.
Malam ini, rembulan perlahan ditutupi awan hitam pekat. Hampir sisi-sisi yang memancarkan cahayanya tak mampu dipandang lagi. Lantas apakah ini laksana perumapamaan sebuah kepercayaan yang dinodai dengan kenistaan? . Melihatnya pun aku sakit, entahlah !

Tenang kawan, ini hanya sekedar sangkaan. Bisa jadi yang aku maksudkan tidak benar, bintang tak pernah mendustakan rembulan. Barangkali pertemuan antara rembulan dan bintang adalah keenganan untuk hujan, yang selalu memisahkan mereka dalam bingkai malam. Karena cinta bintang dan rembulan adalah cinta yang penuh dengan perlawanan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kita semua pasti tau, Negara Indonesia ialah negara yang memiliki kemajemukan dalam hal etnis,budaya dan agama yang kesemuanya merupakan potensi untuk membangun Negara Indonesia lebih maju lagi. Namun, keberagaman masyarakat yang dianggap sebagai kekayaan bangsa disisi lain dapat memicu konflik dan perpecahan antar golongan. Dibuktikan dengan beberapa konfik berbuansa SARA yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia.
Fonding father bangsa kita menyadari keberagaman yang dimiliki Negara Indonesia harus dijaga eksistensinya dalam semangat persatuan dan kesatuan. Oleh karenanya, Indonesia diikat dengan semboyan kesatuan dan persatuan bangsa yang kita kenal dengan “Bhineka tunggal ika”, yang memiliki makna “walaupun berbeda-beda tetapi kita satu jua”.
Nah, kita sebagai generasi penerus bangsa harus menjadi penggerak untuk tetap menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa. Kita harus menyadari bahwa keberagaman merupakan pemberian dari Tuhan dan Bhineka Tunggal Ika (Unity in diversity) merupakan titipan nenek moyang yang perlu kita jaga sebagai dasar kita bersatu untuk Indonesia yang lebih maju.

Yup, kali ini Rumah Penerbit GPAN (Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara) mengadakan event menulis antologi puisi bertemakan “Unity In Diversity”. Mari bergabung bersama kami, melalui karya kecil ini kita membantu masyarakat Indonesia untuk belajar menghargai dan menerima perbedaan yang Tuhan berikan.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

Zulfialia
Lihat profil lengkapku

FOLLOW ME

  • Facebook
  • Instagram
  • Path
  • Twitter

Laman

  • BERANDA
  • CERITA
  • ESSAY
  • OPINI
  • SAJAK

recent posts

Visitors

Flag Counter

Blog Archive

  • ►  2018 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ▼  2017 (7)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ▼  Januari (5)
      • Only women understand women~
      • FUTUR(E)
      • Hari ini gw bakal cerita dari pagi sampe malem ...
      • Mendustakan Rembulan
      • UNITY IN DIVERSITY
  • ►  2016 (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2015 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2014 (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates