Romansa Sudut Jogja

Hal yang paling memalukan ialah bertatap dengan sesama ciptaan-Nya tapi aku tak banyak bermanfaat bagi sesama..
Rasanya payau ketika aku memaksakan diri seperti matahari, yang diawal pagi memberikan 'harapan', bagi tiap insan dalam benaknya.. Begitu pula dipenghujung hari ia elok sekali, mengubah paradigma perpisaan dengan keindahan senja yg melihatnya pun mengisakkan kerinduan.. Entalah kerinduan kepada siapa! !
Lantas, bergegas tanpa basa-basi, dengan teratur ia menjauh-menenggelamkan diri, seakan ada tangga yg ia naiki, 1..2..3..4.. irama itu terasa.. membius insan yg ditinggalkan. Detik inilah yang menjadi teriakan insan membumbung tinggi kelangit "aaahh!" begitulah kiranya, mengisyaratkan penyesalan yg dalam. Rasanya memang tak mau berpisah, apalah daya pertemuan ialah tali-kasih perpisahan.
.
Jujur!! Aku belum mampu (rasanya gagap mengatakan ini).
.
Sungguh!
Aku belum mampu laksana Matahari yang sinarnya mampu menelisik keseluruh penjuru negeri, tanpa pamrih ia menghangatkan tanpa mengutamakan perbedaan. Ketika ia tak diizinkan Tuhan untuk menyapa dunia, ia menghapus kekecewaan insan dengan hujan..
.
Aku hanya bisa menunduk, merenungi diri yg masih tertatih menuju surgawi.
.
.
Ah benar-benar.. aku suka pertunjukan matahari diawal dan penghujung hari~
26/08/16
-Romansa Sudut Jogja-
"Aku Malu"
yg ku rindukan, Mushola lt.2 FITK :)
Taken by @deean_VK
#zulfisshstory
#senjastory
#romansasudutjogja
#UINSUKAstory


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Wanita ibarat kaca yg berdebu.
Jangan terlalu kuat membersihkannya.
Lemah lembutlah kepadanya, tapi jangan terlalu memanjakannya..
Tegurlah jika ia bersalah, tapi jangan kau lukai hatinya.
.
.
.
.
Begitu mulianya wanita dalam pandangan Islam, semoga ia (red : wanita) selalu bisa menjaga izzah dan marwahnya.. ^^ meski begitu wanita butuh lingkungan yg bisa mengingatkan ketika ia lalai dan memberikan support atas keputusan yg ia ambil. Ia tidak bisa berdiri sendiri !! Yuks mari teman-teman mulai sekarang saling menegur tanpa kata "sungkan" untuk kebaikan.

22/08/16
-Senja Jogja-

Taken by @erkana
Camera from @deean_VK

#zulfisshstory
#jogjastory
#yukshijarahbareng
#akhwattangguh
#ootdjogja
#haaanadza


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Semoga Allah selalu mengizinkan kita untuk bisa mengambil hikmah disetiap kekecewaan, meskipun sedikit!
"Romansa sudut jogja"
Dengkuran sungai gajah wong.
Jogja, 25/7/2016
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kamu pasti tau, kesyahduan ketika pertengahan menjelang bergantinya bulan dengan matahari. Yap benar, Malam !! Aku selalu suka malam, ketika sebagian jiwa-jiwa didunia ini telah terbius dengan kepekatannya. Mengarungi wahana mimpi yang bebas tak terbatas. Sunyiii.. benar-benar sunyi, hingga denting jarum dom yang biasa dipakai ibu tuk merajut kain yang usang, jatuh diantara sela-sela keramik mampu terdengar bak suara jeritan. Tapi sayang sekarang ibu tak bersamaku.
Ah memang sudah biasa ketika kamu membaca tulisan yang mengulas keromantisan malam. Biarlah, aku tak peduli !! Barangkali ini tulisanku seperti judul buku karya Deassy destiani, "Bukan untuk dibaca". Sudahlah,biarkan aku menulis karena sekarang aku tak ingin membahas itu.
Kau tau, malam ini spesial. Langkah jemariku diatas keyboard ditemani dengan luruhnya hujan. Duh sungguh, sangat mendamaikan, bau tanah itu aku kenal sekali, ia memiliki aroma khas, seakan aku terbawa ke memori antara hujan dan aku saja.
Berbisik dibenakku, mengingat halaman berapa buku yang aku baca "Hujan bulan juni" oleh Sapardi Djoko Damono, yang membuatku gemas dengan pertanyaan yang sama. Menurut teori, bulan juni termasuk musim kemarau, jadi hujan tak akan datang menyirami bumi ini. Jika begitu, aku harus mampu untuk menahan rinduku bersua dengan gerimis yang romantis, tapi kali ini hujan itu, gerimis itu, seakan memberi harapan yang telah terpendam dan berusaha aku sirnakan. Kau tau, harapan itu tumbuh.
Sayangnya tidak tumbuh dengan baik-tidak lebih dari 5 menit hujan itu kembali pergi seakan tak berdosa meninggalkan perasaan yang baru berbunga, menghanyutkan segala asa yang mulai ada. Kemudian perlukah aku berharap hujan kembali? aku tak sudi jika begini!
-Dengkuran Malam-
Sepucuk romansa sudut jogja
23/06/2016
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Berdiskusi dengan buku !
Ia, terlihat membosankan dan menjenuhkan. Padahal ia memiliki sifat adiktif yang memberikan sensasi ketagihan ketika seseorang mulai menjamah lembaran-lembaranya. Huruf demi huruf, mengindikasikan kedalaman hati penulis. Sedangkan isinya ialah cara terbaik penulis untuk mendiskusikan pemikiranya dengan pembaca. Ah sungguh! disisi itu, ia selalu mengusik kesenyapan dan kehampaan. Seakan-akan, pemeran-pemeran dalam buku menjelma hidup disekeliling kita. Ah.. lagi-lagi aku tertawan dan tergoda untuk menyelesaikan bagian akhirnya, rasanya ada kepuasan sendiri ketika aku bisa bernostalgia dengan alur cerita yang seringkali perah kita rasa. Ah!! benar-benar aku jatuh cinta, dengan ia yang menasehatiku tanpa menggurui, ia yang menjadi teman dalam kehampaan. Ia penggenggam ilmu yang mulai terlupakan waktu demi waktu. Ia ialah Buku.

22/06/2016
-Romansa Sudut Jogja-
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Pertanyaan inilah yang seringkali kita lupakan. Entah mungkin memang sifat dasar manusia yang hakikatnya membutuhkan orang lain atau ia mengutuk dirinya untuk tidak mempedulikan isi hatinya. Sering kali kita menjumpai pertanyaan yang kita sampaikan kepada orang lain, sebenarnya kita mengetahui jawaban tersebut. aaah...lagi-lagi kita membutuhkan orang lain, untuk mengatakan jawaban tersebut tepat didepan wajah kita.
Ada beberapa orang yang seringkali menanyakan apa kiat-kiat menjadi sukses? bagaimana caranya? apa yang harus dilakukan? bagaimana membagi waktunya? di tiap-tiap kesempatan entah di pengajian, workshop, diskusi, sharing dll.. Sebenarnya mereka tau jawabannya, (Ya, saya yakin itusmile emotikon ) hanya berat menerapkannya. I Inilah bagian yang cukup menarik bagi saya!!! I Karena bicara tentang kesuksesan, bagi saya tidaklah mudah, I Kesuksesan bukan hanya tentang disiplin ilmu ekonomi dan usaha yang kita miliki I Tapi konsep mengenal Allah adalah dasar dari kesuksesan yang hakiki I Kenalilah Allah, maka kita akan mengetahui cara merayu Allah I Dari sinilah kita akan mengetahui bagai mana kita harus meniti jalan kesuksesan hidup ini.
**Semangat sampai akhirat**
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bagi orang over convident, dia akan menilai apa yang telah dia lakukan sesuai dengan standar dia, merasa pantas dan cenderung mengesampingkan orang lain. Padahal dia tidak pernah tau apa yang dilakukan orang lain. Hal seperti ini yang perlu mereka persiapkan sebelum menerima hasil akhir ialah "Mempersiapkan kegagalan".
Sedangkan bagi orang yang memiliki kecenderungan feel inferior, dia akan menilai dirinya sangat rendah dibandingkan orang lain, dia akan merenungi kekurangannya dan tidak mau mencoba hal baru. Maka yang perlu dia siapkan ialah mental juara untuk mempersiapkan kemenangan.
Pada intinya, alangkah baik ketika kita memahami karakter diri sendiri untuk mengetahui kecenderungan tipe karakter. Sehingga kita dapat mengetahui apa yang harus kita persiapkan ketika kita menerima sebuah realita. Yang terpenting ialah tetaplah jujur dalam memperkenalkan diri kita dan mau belajar ketika mendapat sebuah kepercayaan.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About Me

Zulfialia
Lihat profil lengkapku

FOLLOW ME

  • Facebook
  • Instagram
  • Path
  • Twitter

Laman

  • BERANDA
  • CERITA
  • ESSAY
  • OPINI
  • SAJAK

recent posts

Visitors

Flag Counter

Blog Archive

  • ►  2018 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2017 (7)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (5)
  • ▼  2016 (7)
    • ▼  Agustus (5)
      • Aku Malu
      • 👑 WANITA 👑
      • Bersahabat dengan kekecewaan :)
      • Malam ini romantis !
      • Berdiskusi dengan buku
    • ►  Maret (2)
      • [untuk jadi sukses] Siapa yang paling kamu kenal?
      • Know your self !
  • ►  2015 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2014 (4)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (3)

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates