Romansa Sudut Jogja

Saya sadar, bahwa saya haus ilmu..
entahlah, terlepas ilmu itu dari golongan mana yang mengadakannya,
bagi saya selagi itu mengacu pada Alqur'an dan Assunah, Why Not? :)

Okey, !!
Sekarang kita ke point inti.. (hoho kya presentasi kuliah aja)
Teman-teman, saya akan share kegiatan ramadhan yang beda dari tahun-tahun sebelumnya ^_^

Chek It Out..
Kali ini saya Ramadahan di kota Istimewa begitulah sebutan yg saya sematkan .. hehe
diambil dari penggalan namanya yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dimana DIY ini terkenal dengan sebutan kota pelajar nya..
Bagi saya ramadhan dikota ini sangat Istimewa, MENGAPA Guys?
Disini di sample yang saya bawa, sederet kajian yang menginspirasi dari kaum muda sampai manula bisa menuai ilmu dari berbagai Ustadz dan Ustadzah yang bisa dibilang "Subhanallah" bagi mahasiswa dakwah.
Walaupun saya tidak bisa mengikutinya secara rutin, karena TPA Anwar Rasyid yg utama, setidaknya saya ikut senang bisa merasakan suasana jogja yang berjuta rasa..
 "Ya Allah, aku cemburu dangan hambamu yg bisa menyemai bumi-Mu dengan ilmu yg ia punyai, semoga mereka temasuk insan yang dirindui oleh Surga-Mu". (aameen) 


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Menuai ilmu itu tidak harus dengan instrumen yg penuh aturan dan resmi.
Terkadang perbincangan diberanda kamar kost yang terlihat ringan dan santai, tak disadari akan banyak hal yang bermanfaat untuk kita, apalagi secara tidak langsung alam bawah sadar kita akan merekamnya, karena melalui heart to heart kita pun mudah untuk mengingat serta menyampaikannya kembali kepada orang lain.
INGAT..!! ini bukan hal mengesampingkan buku yg notabene bisa dijadikan sebuah referensi yg bisa dipertanggungjawabkan, melainkan ini referensi experience seseorang yg bisa menjadi guru terbaik untuk kita.

Mari ubah gaya hidup kita sekarang dari membicarakan yg tidak penting dengan sederet isu aktual yg ada dilingkungan kita sebagai bahan pembicaraan yg perlu kita diskusikan..
 

**Mari sama-sama belajar :)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Jangan paksa aku untuk memulainya
biarkan aku menikmati perubahan ini dengan seksama
Agar label perubahan ini bukan berdasar nafsu belaka
Menjadi seorang akhwat itu tidak mudah
perlu instrumen tuk mengirnginya
Jiwa dan Raga perlu ditata
agar hati tak kian goyah
Karena sehelai himar tak bermakna, jika akhlaq tidak mulia
Aku pun malu pada Syurga dan Sianggasana-Nya apalagi dengan Sang Pemilik nya..

Ingat kawan ,
seberapapun Panjang dan Lebar himar yg kita kenakan
bukan hanya sekedar melaksanakan tuntutan
ada tanggung jawab yg perlu kita tunaikan
Kepada Allah, kepada orang tuamu bahkan insan yg ada dilingkungan

Seberapakah Himarmu, Hijabmu berguna bagi sekelilingmu ukhty ku ?

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts

About Me

Zulfialia
Lihat profil lengkapku

FOLLOW ME

  • Facebook
  • Instagram
  • Path
  • Twitter

Laman

  • BERANDA
  • CERITA
  • ESSAY
  • OPINI
  • SAJAK

recent posts

Visitors

Flag Counter

Blog Archive

  • ►  2018 (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2017 (7)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2016 (7)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Maret (2)
  • ►  2015 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Maret (1)
  • ▼  2014 (4)
    • ►  September (1)
    • ▼  Agustus (3)
      • Ramadhan Istimewa di kota Istimewa
      • Ada setiap ilmu dicelah gerak kita
      • Irama Senja

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates